RSS

Proses Sosialisasi

15 Mar

Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.

Proses sosialisasi pada anak balita.

  • Desa : proses sosialisasi anak balita pada masyarakat desa dilakukan secara penuh oleh agen sosialisai utama yaitu keluarga. Pada umumnya, perempuan di desa yang sudah menikah tidak bekerja dan hanya mengurus keperluan rumah tangga sehingga ketika dalam sebuah keluarga memiliki anak maka urusan pengasuhan anak dilakukan sepenuhnya oleh ibu.

Pada tahap persiapan di usia balita adalah tahap dimana seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.

Pengasuhan anak yang dilakukan sepenuhnya oleh keluarga membuat apa yang diajarkan dan diharapkan oleh keluarga kepada anak dapat dilihat dan diterima oleh anak karena orang tua dapat memantau dan mengontrol perkembangan anak. Misalnya, orang tua mengajarkan pada anak untuk mengucapkan kata “ibu” dan anak mampu mengucapkannya “buk”. Makna kata tersebut juga belum dipahami tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata “ibu” tersebut dengan kenyataan yang dialaminya

  • Kota : pada masyarakat kota urusan pengasuhan anak tidak sepenuhnya dilakukan oleh ibu. Kehidupan kota yang menuntut biaya hidup yang lebih mahal daripada di desa serta kedudukan wanita yang sama oleh lelaki karena telah memiliki pendidikan membuat banyak wanita kota yang bekerja untuk menopang perekonomian keluarganya. Sehingga banyak ibu-ibu rumah tangga yang memiliki anak balita menyerahkan pengasuhan anaknya kepada baby sister, tetangga, maupun keluarga terdekatnya dikarenakan tuntutan kerja yang tidak memungkinkan ibu bisa selalu berada dirumah dan mengasuh anaknya.

Proses pengenalan kebiasaan-kebiasaan pada tahap persiapan bagi anak harus terjalin kerjasama antara orang tua dengan pengasuh anak. Agar harapan-harapan orang tua terhadap anak dapat terbentuk. Misalnya, orang tua mengajarkan untuk makan tepat waktu kepada anaknya dan hal tersebut disampaikan kepada pengasuhnya kemudian pengasuh dapat melanjutkan dan menerapkan kebiasaan tersebut     

Proses sosialisasi pada remaja.

Masa remaja ditinjau dari rentang kehidupan manusia merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa. Sifat-sifat remaja sebagian sudah tidak menunjukkan sifat-sifat masa kanak-kanaknya, tetapi juga belum menunjukkan sifat-sifat sebagian orang dewasa. Hurlock (1991: 206), menyatakan awal masa remaja berlangsung kira-kira dari 13 tahun hingga 16 atau 17 tahun, sampai 18 tahun, yaitu usia yang matang secara hukum. Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan teman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubunganya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.

  • Desa : proses sosialisasi anak pada usia remaja di desa, pergaulan dan interaksi sosial dengan teman sebaya bertambah luas dan pengaruhnya cukup kuat. Sehingga anak banyak mendapatkan pengalaman baru maupun pengaruh di lingkungan sosialnya bersama dengan teman-teman sebayanya, lingkungan pendidikan, maupun media massa. Namun, teman sebaya sangat berperan besar terhadap proses sosialisasi remaja di desa. Anak mendapat nilai-nilai baru dari teman-teman sebayanya sehingga anak belajar juga untuk menyesuaikan atau memfilter hal-hal yang baik baginya. Karena pada usia ini anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi maka orang tua perlu mengontrol perkembangan dan lingkungan pergaulan anak agar anak tetap berada pada koridor yang benar sesuai dengan ajaran/nilai/norma yang telah diajarkan oleh orang tua.
  • Kota : proses sosialisasi anak pada usia remaja di kota, pengaruh teman sebaya, lembaga pendidikan maupun media massa sama kuatnya terhadap proses sosialisasi pada anak remaja di kota. Remaja di kota juga banyak menghabiskan waktunya bersama dengan teman sebayanya dengan jalan-jalan di mal maupun nongkrong-nongkrong bersama. Lembaga pendidikan juga berpengaruh terhadap perilaku, menambah pengetahuan dan ketrampilan anak. Anak remaja kota yang pada umumnya sudah mengenal teknologi dan media massa sangat berpengaruh terhadap proses sosialisasinya. Efek negatif yang ditimbulkan dengan adanya televisi, internet, handphone, majalah, dll membuat anak banyak menghabiskan waktu di rumah dan tidak bersosialisasi dengan tetangganya sehingga anak memiliki kepribadian cenderung tertutup bahkan kurang peduli terhadap lingkungan sekitar tempat tinggalnya

Proses sosialisasi pada orang dewasa.

  • Desa à dalam tahapan proses sosialisasi manusia dewasa telah berada pada tahap penerimaan norma kolektiv. Pada tahap ini seseorang sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama–bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya– secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.

Pada masyarakat desa, orang dewasa mampu bekerjasama dalam melaksanakan kegiatan di desa, misalnya kerja bakti. Selain itu ia dapat bekerja mencari nafkah bagi dirinya sendiri maupun keluarganya.

  • Kota : pada masyarakat kota, manusia dewasa harus siap berada pada situasi-situasi yang baru karena mobilitas yang cukup tinggi. Ia harus mampu bekerjasama dalam lingkungan kerjanya dan lingkungan sosial. Karena manusia dewasa sudah berada pada tahap penerimaan norma kolektiv makan ia mampu menyesuaikan diri dalam situasi apapun, ia juga harus mampu memfilter hal-hal yang baik bagi dirinya, karena masyarakat kota adalah masyarakat yang majemuk

Proses sosialisasi pada orang tua.

 

  • Desa :proses sosialisasi pada orang tua di desa adalah bahwa orang tua mampu menjadi panutan bagi orang-orang yang lebih muda darinya. Dalam hal ini orang tua harus mampu mengajarkan, membimbing, dan “ngemong” orang-orang yang lebih muda, terutama dalam hal perilakunya. Orang tua yang telah mengalami proses sosialisasi yang cukup panjang diharapkan dapat memegang teguh nilai dan norma yang berlaku di masyarakat sehingga orang-orang yang lebih muda dapat mencontoh perilakunya.

Misalnya, dalam hal sopan santun orang Jawa. Orang tua pasti fasih berbicara bahasa Jawa yang baik dan benar. Ketika berbicara dengan orang yang lebih tua maka menggunakan bahasa jawa kromo inggil. Anak-anak muda jaman sekarang banyak yang kurang menguasai bahasa jawa kromo inggil, maka orang tua membimbing dan mengajarkan bagaimana berbicara dalam bahasa jawa yang baik dan benar.

  • Kota: proses sosialisasi pada orang tua di kota, cenderung untuk lebih santai dan menikmati kerja. Karena sebelumnya, orang kota sibuk dengan pekerjaannya. Di usia tua orang tua bisa santai bekerja atau memberikan usaha yang dijalankannya kepada anaknya sehingga ia lebih menikmati hari-hari tuanya bersama keluarganya, mengasuh cucunya dan menularkan kebiasaan/norma yang berlaku dalam keluarganya.
 
Leave a comment

Posted by on March 15, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: